Loading...

"Dari Mimpi menjadi Kenyataan: Kisah Transformasi Jemaat Betania"

July 23 2024

Pdt. Laura Beli - Meza, S.Th, M.Pd, selaku Ketua Jemaat Betania Menbang di Desa Lawahing, punya mimpi. Dia membayangkan sebuah gereja yang tidak hanya berkhotbah tetapi juga secara aktif berkontribusi pada kesejahteraan komunitasnya, terutama dengan menyediakan makanan bergizi seperti sayuran kepada anak-anak sekolah Minggu, orang tua, janda, dan duda. Namun, untuk mewujudkan impian ini, diperlukan pengalaman dan keahlian dalam berkebun, terutama ketika bekerja dengan sebidang tanah kecil sekalipun.

foto5

Suatu hari, Pdt. Laura bertemu dengan Rano Adu, Kepala Cabang YTLM - Alor di Desa Lawahing, yang hadir untuk mensosialisasikan program YTLM, termasuk berkebun sayur dan ayam bertelur. Pendeta Laura melihat ini sebagai peluang emas untuk mewujudkan mimpinya; menyediakan makanan segar dan bergizi untuk jemaatnya. Dia berdiskusi dengan dewan gereja tentang keprihatinannya, karena masih banyak jemaat yang harus melakukan perjalanan jauh ke Kalabahi untuk mendapatkan sayuran segar. Dewan gereja mendukung gagasan Kerjasama dengan YTLM dengan memulai kebun sayur di sebidang tanah yang disumbangkan dengan sukarela oleh salah satu anggota gereja.

Jemaat, di bawah kepemimpinan Pendeta Laura, bekerja sama untuk membuat enam bedeng untuk menanam bayam, kangkung, kacang panjang, dan pare. Mereka sangat gembira ketika melihat tanaman mereka tumbuh subur. Pada Maret 2025, Pendeta Laura menerima kabar gembira bahwa YTLM akan memberikan 30 ayam petelur untuk mendukung tujuan nutrisi gereja. Terlepas dari tantangan membangun kandang ayam hanya dalam satu hari, jemaat dipenuhi dengan kegembiraan dan rasa terima kasih atas dukungan yang telah mereka terima, terutama karena YTLM juga menyediakan pakan untuk ayam selama lima bulan.

foto5

Berkat upaya ini, gereja telah dapat menyajikan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah Minggu pada tiga tahapan, kepada orang tua dua tahapan, dan 1 kali tahapan kepada anak yatim piatu dan presbiter. Sebanyak 40 anak dan keluarga mereka telah mendapat manfaat dari sayuran dan telur. Bagi anak - anak di jemaat Menbang, telur menjadi makanan tidak sering mereka makan. Selain melayani jemaat, hasil kebun dan telur juga dapat dibeli oleh penduduk setempat. Pendapatan yang dihasilkan dari penjualan ini telah digunakan untuk mendukung kebutuhan gereja yang sedang berlangsung, termasuk membeli pupuk dan pakan ayam karena kontribusi pupuk dari YTLM telah berakhir pada bulan Agustus. Pada Juli 2025, gereja telah memperoleh lebih dari Rp 2 juta dari penjualan tersebut.

"Atas nama Jemaat Menbang, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada YTLM Cabang Alor atas dukungan berkelanjutan mereka dalam memberikan ide, peralatan, pupuk, dan pakan, yang memungkinkan kami mewujudkan impian kami". Saya berharap melalui kemitraan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan kebutuhan nutrisi jangka pendek saja tetapi mereka juga memperoleh dasar inisiatif yang berkelanjutan dan mandiri untuk masa depan– kata Pendeta Laura Meza, S.Th, M.Pd".